Metode & data
Cara menghitungnya
Dulu Segini membandingkan daya beli, bukan angka. Rp1.000 di tahun 1995 dan Rp9.080 di tahun 2025 dianggap setara karena keduanya bisa membeli keranjang belanja rata-rata yang sama.
Rumus
rupiah tahun B = rupiah tahun A × IHKB ÷ IHKA
IHK adalah Indeks Harga Konsumen: harga rata-rata sekeranjang barang dan jasa yang dibeli rumah tangga, dengan tahun 2010 sebagai 100. Inflasi tahunan di grafik dihitung dari indeks yang sama, (IHKt ÷ IHKt−1 − 1) × 100%, supaya semua angka di situs ini konsisten satu sama lain.
Tiga skenario tabungan
- Tunai
- Uangnya disimpan apa adanya, misalnya di bawah bantal. Nominalnya tetap; daya belinya turun sebesar inflasi.
- Emas
- Uangnya dibelikan emas di tahun awal dengan harga rata-rata tahun itu, lalu dihargai lagi dengan harga rata-rata tahun berikutnya. Harga emas rupiah per gram = harga emas dunia (US$ per troy ons) × kurs ÷ 31,1035.
- Dolar AS
- Uangnya ditukar ke dolar dengan kurs rata-rata tahun awal, disimpan tanpa bunga, lalu ditukar kembali dengan kurs rata-rata tahun berikutnya.
Hasil ketiganya dinyatakan dalam rupiah 2025 (sudah disesuaikan inflasi), jadi garis putus-putus di grafik, yaitu daya beli awal, adalah titik impas: di atasnya daya beli bertambah, di bawahnya berkurang.
Sumber data
- Indeks Harga Konsumen (FP.CPI.TOTL), kurs resmi rupiah per dolar AS, rata-rata tahunan (PA.NUS.FCRF), dan PDB per kapita rupiah berlaku (NY.GDP.PCAP.CN): World Bank, World Development Indicators, Indonesia. Data dasar IHK berasal dari BPS. Diperbarui ….
- Harga emas, US$ per troy ons, rata-rata tahunan: World Bank Commodity Price Data (Pink Sheet), ….
Data diambil ulang dengan npm run data; skripnya membaca API World Bank dan berkas Pink Sheet langsung.
Batasannya
- Rata-rata nasional. IHK mengukur keranjang belanja rata-rata di kota-kota yang disurvei BPS. Harga di kotamu, atau barang tertentu seperti rumah, pendidikan, dan bensin, bisa naik lebih cepat atau lebih lambat.
- Angka tahunan. Semua seri memakai rata-rata setahun. Di tahun yang bergejolak seperti 1998, kurs dan harga bisa berbeda jauh antara awal dan akhir tahun.
- Tanpa biaya dan imbal hasil. Skenario emas dan dolar tidak memperhitungkan selisih harga jual-beli, ongkos cetak, pajak, atau bunga deposito. Harga emas adalah harga dunia, bukan harga emas batangan di toko yang biasanya sedikit lebih mahal.
- Mulai 1967. Redenominasi 1965 (Rp1.000 lama menjadi Rp1 baru) dan hiperinflasi 1966 membuat angka sebelumnya tidak bisa dibandingkan dengan rupiah sekarang secara bermakna.
- Tahun terakhir 2025. Data tahunan World Bank baru lengkap setelah tahun berjalan selesai.
- Ini alat bantu memahami inflasi, bukan saran investasi. Kinerja di masa lalu tidak menjamin hasil yang sama ke depan.